Analisis Rasio Keuangan Beserta Rumusnya

Rasio Keuangan merupakan alat analisis rasio keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (Neraca, laporan laba/rugi, laporan aliran kas). Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.

Analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian perusahaan dan prospek pada masa datang. Salah satu cara pemrosesan dan penginterpretasian informasi akuntansi, yang dinyatakan dalam artian relatif maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara angka yang satu dengan angka yang lain dari suatu laporan keuangan. Menurut (Wikipedia)

Read More: cara analisis_SWOT dalam Perusahaan ??

Ada 5 Jenis analisis rasio keuangan yang sering digunakan dalam menganalisis keuangan suatu perusahaan :

 1.  Rasio likuiditas

untuk mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat besarnya aktiva lancar relatif terhadap hutang lancarnya. Hutang dalam hal ini merupakan kewajiban perusahaan. Ada beberapa rasio likuditas: rasio lancar dan rasio quick.

  • Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya (jatuh tempo kurang dari satu tahun) dengan menggunakan aktiva lancar.

rasio lancar bisa dihitung sebagai berikut ini.

analisis rasio keuangan

  • Rasio quick (acid-test ratio) mengeluarkan persediaan dari komponen aktiva lancar. Dari ketiga komponen aktiva lancar (kas, piutang dagang, dan persediaan), persediaan biasanya dianggap sebagai aset yang paling tidak likuid.

Rasio quick dihitung seperti berikut :

analisis rasio keuangan


2. Rasio Aktifitas

Rasio ini melihat seberapa besar dana tertanam pada aset perusahaan. Jika dana yang tertanam pada aset tertentu cukup besar, sementara dana tersebut mestinya bisa dipakai untuk investasi pada aset lain yang lebih produktif, maka profitabilitas perusahaan tidak sebaik yang seharusnya.

Ada beberapa rasio aktivitas yang akan dibicarakan: (a) Rata-rata umur piutang, (b) Perputaran persediaan, (c) Perputaran aktiva tetap.

 a.  Rata-rata umur piutang

melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk melunasi piutang yang dipunyai oleh perusahaan (merubah piutang menjadi kas). Semakin lama rata-rata piutang, berarti semakin besar dana yang tertanam pada piutang.

Rata-rata piutang bisa dihitung melalui dua tahap seperti berikut ini.

analisis rasio keuangan

b.  Rasio perputaran persediaan

yang bisa dihitung sebagai berikut ini.

analisis rasio persediaan

Semakin besar angka perputaran persediaan, semakin efektif perusahaan mengelola persediaanya. Sebaliknya, semakin besar angka rata-rata umur persediaan, semakin jelek prestasi perusahaan, karena semakin besar dana yang tertanam pada aset persediaan tersebut.

c. Perputaran Aktiva Tetap

Perputaran aktiva tetap bisa dihitung sebagai berikut ini.

analisis rasio keuangan

Rasio perputaran aktiva tetap menunjukkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.

Read More : 7 Faktor Penyebab_Inflasi

2.  Rasio Hutang / Solvabilitas / Leverage

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan yang tidak solvabel adalah perusahaan yang total hutangnya lebih besar dibandingkan dengan total asetnya. Rasio ini memfokuskan pada sisi kanan atau kewajiban perusahaan.

Ada beberapa macam rasio leverage yang bisa dihitung, yaitu rasio hutang terhadap total aset, rasio times interest earned, dan rasio fixed charge coverage.

a. rasio hutang terhadap total aset

total hutang tehadap aset

Rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan hutang/financial leverage yang tinggi. Penggunaan hutang yang tinggi akan meningkatkan profitabilitas, di lain pihak, hutang yang tinggi juga akan meningkatkan risiko. Jika penjualan tinggi, maka perusahaan bisa memperoleh keuntungan yang tinggi (karena hanya membayar bunga yang sifatnya tetap). Sebaliknya jika penjualan turun, perusahaan bisa mengalami kerugian, karena adanya beban bunga yang tetap harus dibayarkan.

b. Rasio times interest earned

Mengukur kemampuan perusahaan membayar hutang dengan laba sebelum bunga dan pajak. Rasio tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini.

Times Interest Earned

karena tersedia dana yang lebih besar untuk menutup pembayaran bunga. Tetapi selalu ada trade-off antara risiko dengan return.

c. Fixed Charge Coverage

rasio fixed charge coverage mengukur kemampuan perusahaan membayar total beban tetap, yang biasanya mencakup biaya bunga dan sewa. Rasio tersebut bisa dilihat sebagai berikut ini.

Fixed Charge converage

Sama seperti rasio TIE, angka yang tinggi untuk rasio fixed charge coverage menunjukkan situasi yang lebih aman (risiko rendah), meskipun dengan profitabilitas yang juga lebih rendah.

Read More : Strategi_Pemasaran yang Efektif untuk UKM ?


3.  Analisis Rasio Keuangan Profitabilitas

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (profitabilitas) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. Ada tiga rasio yang sering digunakan, yaitu profit margin, return to total asset (ROA), dan return to equity (ROE).

a. Profit Margin

Profit margin menghitung sejauh mana kemampuan  perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu.

profit margin

Profit margin yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu. Secara umum, rasio yang rendah menunjukkan ketidakefisienan manajemen.

b. Return On Asset (ROA)

mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset yang tertentu. ROA sering juga disebut sebagai ROI (Return on Investment). Rasio tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini.

Return On Asset

Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset, yang berarti semakin baik.

c. Return On Equity (ROE)

Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan modal tertentu. Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dilihat dari sudut pandang pemegang saham. Rasio ROE bisa dihitung sebagai berikut.

Return On Equity

Angka yang tinggi untuk menunjukkan tingkat profitabilitas yang tinggi. ROE tidak memperhitungkan dividen maupun capital gain untuk pemegang saham. ROE dipengaruhi oleh ROA dan tingkat penggunaan hutang (leverage keuangan) perusahaan.

Read More : 10 Usaha_sampingan_kreatif Mahasiswa Terbaru tahun ini ?


4. Rasio pasar

mengukur harga pasar saham perusahaan, relatif terhadap nilai bukunya. Sudut pandang rasio ini lebih banyak berdasar pada sudut pandang investor (atau calon investor), meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap rasio-rasio ini. Ada beberapa rasio yang bisa dihitung: PER (Price Earning Ratio), dividend yield, dan pembayaran dividen (dividend pay-out ratio).

a. PER (Price Earning Ratio)

Melihat harga pasar saham relatif terhadap earningnya. PER bisa dihitung sebagai berikut ini.

Price Earning Ratio

Perusahaan yang diharapkan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tinggi (yang berarti mempunyai prospek yang baik), biasanya mempunyai PER yang tinggi. Sebaliknya, perusahaan yang diharapkan mempunyai pertumbuhan yang rendah, akan mempunyai PER yang rendah juga.

b. Rasio dividend yield

Dividend Yield

Biasanya perusahaan yang mempunyai prospek pertumbuhan yang tinggi akan mempunyai dividen yield yang rendah, karena dividen sebagian besar akan diinvestasikan kembali. Kemudian, karena perusahaan dengan prospek yang tinggi akan mempunyai harga pasar saham yang tinggi, yang berarti pembaginya tinggi, maka dividend yield untuk perusahaan semacam itu akan cenderung lebih rendah (kecil).

c. Rasio Pembayaran Deviden

Melihat bagian earning (pendapatan) yang dibayarkan sebagai dividen kepada investor. Bagian lain yang tidak dibagikan akan diinvestasikan kembali ke perusahaan. Rasio pembayaran dividen dihitung sebagai berikut ini.

Rasio Pembayaran Deviden

Perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan tinggi akan mempunyai rasio pembayaran dividen yang rendah, sebaliknya, perusahaan yang tingkat pertumbuhannya rendah akan mempunyai rasio yang tinggi.

Read More : Masalah_Ekonomi di Indonesia yang harus di Hadapi ?

Demikianlah materi mengenai Analisis Rasio Keuangan Beserta Rumusnya Semoga artikel ini sedikit dapat membantu kawan-kawan semua. #enjoi